RSS

Yana Setiawan

 
Leave a comment

Posted by on May 1, 2012 in Uncategorized

 

Revitalisasi Investasi dan Kinerja Ekspor Tehadap Nilai Tukar (Exchange Rate)

PERANAN REVITALISASI INVESTASI DAN EKPOR TERHADAP NILAI TUKAR 

Salah satu ciri era globalisasi yang menonjol saat ini adalah adanya arus uang dan modal dalam bentuk valas atau foreign currency antara berbagai pusat keuangan negara yang main besar dan cepat, seakan-akan mengalir tanpa mengenal kewarganegaraan pemiliknya dan tanpa batas wilayah (bordeles). Kurs (Exchange Rate) mata uang merupakan salah satu variabel ekonomi makro yang sangat penting, karena gejolak kurs akan dapat mempengaruhi stabilitas perekonomian suatu Negera, khususnya Negara Indonesia.

Terdapat 2 faktor penyebab tren melemahnya nilai tukar rupiah yaitu penurunan kinerja ekspor dan Investasi (arus modal asing). Pertama tren melemahnya nilai tukar rupiah bisa dilihat dari aspek penurunan arus modal masuk.  Krisis perekonomian global mengakibatkan aliran dana pada emerging markets seperti Indonesia mengalami penurunan. Hal ini dikarenakan investor mencari tempat yang aman untuk memarkir dana, sehingga negara dengan tingkat resiko tinggi seperti Indonesia mulai ditinggalkan. Nilai tukar Rupiah dalam beberapa bulan kedepan diprediksi masih akan melemah. Faktor penting lainya yang yang dapat mempengaruhi kekuatan Rupiah adalah revitalisasi investasi (arus modal asing) yang masuk ke Indonesia.

Kedua  tren melemahnya nilai tukar rupiah yaitu bisa dilihat dari penurunan surplus perdagangan (kinerja ekpor). Kondisi ini bisa teridentifikasi dengan melemahnya perekonomian dunia yang menyebabkan permintaan barang dari Indonesia secara logika akan menurun. Penurunan kinerja ekspor tersebut berdampak pada menurunnya permintaan akan Rupiah. Sehingga apabila kinerja ekspor tidak membaik, maka nilai tukar Rupiah diprediksi akan terus mengalami pelemahan.

2.1  Investasi

Kegiatan investasi dapat mendorong suatu masyarakat dalam suatu Negara terus menerus meningkatkan kegiatan ekonomi dan kesempatan kerja, meningkatkan pendapatan nasional dan meningkatkan taraf kemakmuran masyarakat. Menurut Boediono (1992) dalam Deddy Rustiono (2008:41) menjelaskan bahwa investasi adalah pengeluaran oleh sector produsen (swasta) untuk pembelian barang dan jasa untuk menambah stok yang digunakan atau untuk perluasan pabrik.

Menurut Mankiw (2006:476) Pengeluaran untuk konsumi barang bertujuan untuk menyediakan kebutuhan rumah tangga saat ini, sedangkan pengeluaran untuk barang-barang investasi bertujuan meningkatkan standar hidup untuk tahun-tahun mendatang. Investasi adalah komponen GDP yang mengaitkan masa kini dan masa depan. Mankiw (2006:476) membagi jenis investasi kedalam 3 kategori yaitu : (1) Investasi Tetap Bisnis (business fixed investment) mencakup peralatan dan struktur  yang dibeli perusahaan untuk proses produksi (2) Investasi Residensial (residential investment) mencakup rumah yang baru yang dibeli untuk tempat tinggal dan yang dibeli tuan tanah untuk disewakan (3) Investasi Persediaan (inventory investment) mencakup barang-barang yang disimpan perusahaan di gudang, termasuk bahan-bahan  dan persediaan, barang dalam proses dan barang jadi.

Sedangkan Hamdy Hady (2009:92) secara umum arus modal internasional ini dapat bersifat  hal-hal berikut (1) Portofolio Invesment, yaitu arus modal internasional dalam bentuk investasi asset-aset financial, seperti saham (stock), obligasi (bond), dan commercial papers lainya.  Arus portofolio ini lah yang paling banyak dan cepat mengalir ke seluruh dunia melalui pasar uang dan pasal modal dipusat-pusat keuangan internasional. (2) Direct Invesment, yaitu investasi riil dalam bentuk pendirian perusahaan, pembangunan pabrik, pembelian barang modal, tanah, bahan baku, dan persediaan dimana investor terlibat langsung dalam manajemen perusahaan dan mengontrol penanaman modal tersebut. Direct Invesment ini biasanya dimulai dengan pendirian subsidiary atau pembeian saham mayoritas dari seuatu perusahaan. Dalam konteks internasional, bentuk investasi ini biasaya dilakukan oleh perusahaan multinasional (MNC) dengan operasi di bidang manufaktur, indutri pengolahan, ektraksi sumber alam, industry jasa dan sebagainya. Selain itu menurut Purnomo Yusgiantoro (2004:188) Keputusan manajemen corporate untuk melakukan investasi internasional  mencakup tiga pertimbangan penitng yaitu pertama, motivasi untuk melakukan investasi internasional: kedua, dimana lokasi investasi onternasional akan dilakukan; ketiga bagaimana investasi itu dilakukan.

Menurut Purnomo Yusgiantoro (2004:188) mengidentifikasi beberapa motivasi perusahaan untuk melakukan investasi internasional sebagai berikut (1), pencari pasar (marketing seekers) memproduksi produknya di luar negeri untuk mencari peluang pemasaran diluar negeri dan ekspor (2), pencari faktor produksi (production factor seekers)  memproduksi penduduknya di luar negeri untuk mendapatkan bahan mentag atau faktor produksi tertentu yang akan digunakan dalam proses produksinya (3), pencari efisinesi produksi (production efficiency seekers) memproduksi produknya diluar negeri untuk mendaptkan biaya produkusi yang murah atau efisien sehingga produknya dapat bersaing. (4), pencari pengetahuan (knowledge seekers) memproduksikan produknya diluar negeri untuk mendapatkan dukungan teknologi dalam proses produksinya (5), pencari keselamatan politik (policy safety seekers) memproduksinya produknya diluar negeri di tempat yang mempunyai stabilitas politik yang mantaf sehingga mengurangi resiko politik.

2.2   Ekspor

Ekspor adalah proses transportasi barang atau komoditas dari suatu negara ke negara lain[1]. Menurut Purnomo Yusgiantoro (2004:20) bahwa keterlibatan bisnis internasional yang paling sederhana adalah memanfaatkan surplus dari kapasitas produksi domestik. Dalam beberapa hal, kegiatan ekspor  memang dilakukan untuk mendapatkan devisa, tanpa kebutuhan domestik

Kegiatan ekspor terbagi menjadi 2, yaitu:[

Ekspor langsung

Ekspor langsung adalah cara menjual barang atau jasa melalui perantara/ eksportir yang bertempat di negara lain atau negara tujuan ekspor.[3] Penjualan dilakukan melalui distributor dan perwakilan penjualan perusahaan.[3][4] Keuntungannya, produksi terpusat di negara asal dan kontrol terhadap distribusi lebih baik. Kelemahannya, biaya transportasi lebih tinggi untuk produk dalam skala besar dan adanya hambatan perdagangan serta proteksionisme.[3][5

Ekspor tidak langsung

Ekspor tidak langsung adalah teknik dimana barang dijual melalui perantara/eksportir negara asal kemudian dijual oleh perantara tersebut.[3] Melalui, perusahaan manajemen ekspor ( export management companies ) dan perusahaan pengekspor ( export trading companies ).[4] Kelebihannya, sumber daya produksi terkonsentrasi dan tidak perlu menangani ekspor secara langsung. Kelemahannya, kontrol terhadap distribusi kurang dan pengetahuan terhadap operasi di negara lain kurang.[5] Umumnya, industri jasa menggunakan ekspor langsung sedangkan industri manufaktur menggunakan keduanya.[3]

 

Tahap-tahap ekspor

Dalam perencanaan ekspor perlu dilakukan berbagai persiapan, berikut ini 4 langkah persiapannya:[4] (1) Identifikasi pasar yang potensial (2) Penyesuaian antara kebutuhan pasar dengan kemampuan, SWOT analisis (3) Melakukan Pertemuan, dengan eksportir, agen, dll (4)Alokasi sumber daya.

Komoditi Ekspor Indonesia

Secara umum produk ekspor dan impor dapat dibedakan menjadi dua yaitu barang migas dan barang non migas. Barang migas atau minyak bumi dan gas adalah barang tambang yang berupa minyak bumi dan gas. Barang non migas adalah barang-barang yang bukan berupa minyak bumi dan gas, seperti hasil perkebunan, pertanian, peternakan, perikanan dan hasil pertambangan yang bukan berupa minyak bumi dan gas.

Produk ekspor Indonesia meliputi hasil produk pertanian, hasil hutan, hasil perikanan, hasil pertambangan, hasil industri dan begitupun juga jasa.

  • Hasil Pertanian, yaitu karet, kopi kelapa sawit, cengkeh, teh, lada, kina, tembakau dan cokelat.
  • Hasil Hutan, yaitu kayu dan rotan. Ekspor  kayu atau rotan tidak boleh dalam bentuk kayu gelondongan atau bahan mentah, namun dalam bentuk barang setengah jadi maupun barang jadi, seperti mebel.
  • Hasil Perikanan,  hasil perikanan yang banyak di ekspor merupakan hasil dari laut. produk ekspor hasil perikanan, antara lain ikan tuna, cakalang, udang dan bandeng.
  • Hasil Pertambangan, yaitu barang tambang yang di ekspor timah, alumunium, batu bara tembaga dan emas.
  • Hasil Industri, yaitu semen, pupuk, tekstil, dan pakaian jadi.
  • Jasa, dalam bidang jasa, Indonesia mengirim tenaga kerja keluar negeri antara lain ke malaysia dan negara-negara timur tengah.

2.3   Pengertian Kurs (exchange rate)

Kurs adalah suatu perbandingan nilai tukar mata uang suatu negara dengan negara lain. Dalam artian mata uang suatu negara dengan negara lain digunakan untuk transaksi ekonomi internasional. Motivasi seseorang, perusahaan, dan pemerintah yang mengadakan proses transaksi penukaran mata uang negaranya untuk memperoleh mata uang asing karena dibutuhkan sebagai transaksi manajemen keuangan internasional.  Berikut ini pendapat para ahli tentang kurs dijelaskan secara rinci pada tabel 2.1 berikut ini.

No

Tokoh

Pengertian

1

Mankiw (2006 : 128) Kurs (exchange Rate) antar kedua negara adalah tingkat harga yang disepakati penduduk kedua negara untuk saling melakukan perdagangan

2

Purnomo Yusgiantoro (2004:111) Nilai Tukar (Exchange Rate) atau kurs adalah harga mata uang (domestic)  terhadap mata uang asing.

3

Sadono Sukirno (2006 : 397) Kurs (nilai tukar) adalah satu nilai yang menunjukkan jumlah mata uang dalam negeri yang diperlukan untuk mendapatkan satu unit mata uang asing”.
Nopirin (1995 : 137) Kurs adalah pertukaran antara dua mata uang yang berbeda yang kemudian akan terdapat perbandingan nilai/harga kedua mata uang

4

Hamdy Hady (2009 : 24) Valuta asing (valas) atau foreign exchange (forex) atau foreign currency diartikan sebagai mata uang asing dan alat pembayaran lainnya yang digunakan untuk melakukan atau membiayai transaksi ekonomi keuangan internasional atau luar negeri dan biasanya mempunyai catatan kurs resmi pada Bank Sentral atau Bank Indonesia

2.4   Jenis-jenis kurs (exchange Rate)

Menurut Hamdy Hady (2009 : 15) Berdasarkan perkembangan sistem moneter internasional sejak berlakunya Bretton Woods System pada tahun 1947, pada umumnya dikenal tiga macam  penetapan kurs valas atau forex rate yang dijelaskan sebagai berikut 

2.4.1     Standar Kurs Tetap (Fixed Excange Rate)

Berdasarkan articles of agreement tentang IMF atau yang dikenal  sebagai Bretton Woods System yang berlauefektif sejak tanggal 11 Maret 1947 hingga 15 Agustus 1971 (Dekrit Dixon) telah ditetapkan suatu sistem moneter internasional (SMI) dengan beberapa pokok sebagai berikut.

  • Sistem moneter internasional didasarkan pada standar emas dengan pengertian bahwa setiap mata uang negra anggota IMF dikaitan dan komvertibel dengan emas atau gold exchange standard. Dalam hal ini, sebagai standar yang ditetapkan bahwa uang dolar AS senilai $35 ekuivalen dengan satu ounce atau 28,3496 gram emas. Disamping itu , USD juga digunakan sebagai ‘’numeraine’’ atau standar kesatuan hitung dimana mata uang Negara anggota IMF lainya dikaitkan (pegged) dengan USD. Negara anggota IMF lainya dikaitkan dengan emas.
  • Sistem nilai tukar (foreign exchange rate) antara anggota IMF harus tetap atau stabil
  • Kurs nilai tukar hanya boleh berfluktuasi atau bervariasi antara 1 sampai 2,5 % diatas atau dibawa kurs resmi
  • Setiap Negara anggota IMF pada prinsipnya dilarang menggunakan kebijakan devaluasi, yaitu penurunan nilai mata uangnya terhadap valas untuk memperbaiki posisi atau mengatasi deficit balance of payment atau BOPnya
  • Negara anggota IMF yang mengalami kesulitan BOP dapat meminta bantuan IMF dalam bentuk special drawing right (SDR). SDR adalah uang kertas emas yang dikeluarkan oleh IMF pada tahun 1969 sebagai reserve currency dan likuiditas internasional disampai USD semenjak timbulnya krisis moneter internasional pada akhir decade 1960an karena adanya kriis kepercayaan terhadap USD

2.4.2     Standar Kurs Mengambang (Floating Exchange Rate)

Floating Exchange Rate adalah sistem kurs mengambang yang ditetapan melalui mekanisme kekuatan permintaan dan penawaran. Sistem ini dibagi dua yaitu

  • Sistem kurs mengambang secara murni clean float atau freely floating system, yaitu penentuan kurs valas dibursa valas terjadi tanpa campur tangan pemerintah
  • Sistem kurs mengambang terkendali atau dirty float atau managed float system, yaitu penentuan kurs valas dibursa valas terjadi tanpa campur tangan pemerintah yang mempengaruhi permintaan dan penawaran valas melalui berbagai kebijaka dibidang moneter, fiscal, dan perdagangan luar negeri.

 

2.4.3     Pagged Exchange Rate System Standar Kurs Relatif

Sistem nila tukar ini ditetapkan dengan cara mengaitkan nila tukar mata uang suatu Negara dengan nilai tukar mata uang Negara ;ain atau sejumlah mata uang tertentu. Sistem ini antara lain ditetapkan oleh beberapa Negara Afrika yang mengaitkan nilai mata uannya dengan mata uang perancis (FRF) dan beberapa Negara lain yang mengaitkan nilai mata uangnya dengan GBP, USD dan SDR.

 

2.5   Faktor-faktor yang mempengaruhi kurs (exchange rate)

Proses transaksi valuta asing yang cepat dalam memenuhi tuntunan perdagangan, investasi dan spekulasi dari suatu tempat yang surplus ke tempat yang defisit dapat terjadi jika adanya beberapa faktor atau kondisi yang berbeda sehingga berpengaruh dan menimbulkan perbedaan kurs valas atau forex rate di masing-masing tempat.

Menurut Maurice D. Levi (1996:132) menjelaskan terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi kurs yaitu : (1) Nilai Tukar Perdagangan, harga ekspor Negara relative terhadap harga impornya dinamakan nilai tukar perdagangan Negara. Nial tukar perdagangan suatu Negara dikatakan meningkat ketika harga ekspor meningkat relative terhadap harga impornya. (2) Inflasi, yang mempengaruhi daya saing produk suatu negara dibandingkan produk yang  sama atau serupa dari negara lain.

Aliran valas yang besar dan cepat untuk memenuhi tuntutan perdagangan, investasi, dan spekulasi dari suatu tempat yang surplus ketempat yang defisit  dapat terjadi karena adanya beberapa faktor atau kondisi yang berbeda sehingga berpengaruh, dan ,menimbulkan perbedaan kurs valas (forex rate) di masing-masing tempat. Menurut Hamdy Hady (2009:40) beberapa faktor yang mempengaruhi kurs yaitu : (1), Supply dan Demand Foreign Currency (2), Posisi BOT dan BOP (3), tingkat inflasi (4), tingkat bunga, (5), tingkat income (6), pengawasan pemerintah (7), ekspektasi/spekulasi/isu dan Rumor

Menurut Jeff Madura (1998:188) setiap negara memiliki sebuah badan pemerintah yang dapat mengintervensi dipasar valuta asing untuk mengendalikan nilai mata uangnya itu.  Tingkat dimana mata uang rumah dikendalikan, dikelola bervariasi antara bank sentral.Tiga alasan umum bagi bank sentral untuk mengelola nilai tukar adalah (1) Untuk kelancaran pergerakan nilai tukar (2) Untuk menetapkan batasan nilai tukar implisit (3) Untuk menanggapi distrubances sementara

Revitalisasi Investasi dan Ekpor

3.1   Investasi

Investasi berperan sangat penting bagi kelangsungan pembangunan ataupun pertumbuhan ekonomi. Menurut Sadono Sukirno (2000) dalam Deddy Rustiono (2008:42) kegiatan investasi memungkinkan suatu masyarakat terus menerus meningkatkan kegiatan ekonomi dan kesempatan kerja, meningkatkan pendapatan nasional dan meningkatkan taraf kemakmuran masyarakat. Peranan ini bersumber dari tiga fungsi penting dari kegiatan investasi, yakni (1) investasi merupakan salah satu komponen dari pengeluaran agregat, sehingga kenaikan investasi akan meningkatkan permintaan agregat, pendapatan nasional serta kesempatan kerja; (2) pertambahan barang modal sebagai akibat investasi akan menambah kapasitas produksi; (3) investasi selalu diikuti oleh perkembangan teknologi.

Berbagai upaya telah dilakukan oleh pemerintah  dalam rangka meningkatkan iklim investasi Negara. Akan tetapi pada berbagai kondisi iklim investasi senantiasa dihadapkan pada berbagai permasalahan. Beberapa di antaranya adalah sebagai berikut.

1)        Belum terciptanya law inforcement setelah  disahkannya Undang-undang Penanaman Modal baru yang diharapkan dapat memberikan kepastian hukum dan kepastian usaha;

2)        Masih banyak tumpah tindihnya koordinasi antarinstansi terkait di tingkat pusat dan di tingkat daerah mengenai penanganan kegiatan investasi yang dilakukan oleh dunia usaha;

3)        Masih rumit dan panjangnya proses perizinan investasi sehingga mengakibatkan tambahan biaya bagi para investor untuk menanamkan modalnya di Indonesia;

4)        Masih rumitnya administrasi perpajakan dan kepabeanan, belum kondusifnya pasar tenaga kerja, dan masih rawannya beberapa daerah untuk kegiatan investasi; dan

5)        Kurang memadainya kapasitas dan kualitas infrastruktur baik di dalam mendukung investasi yang sudah ada maupun investasi baru.

Adapun perkembangan realisasi investasi PMA berdasarkan laporan kegiatan penanaman modal (LKPM) menurut sektor dijelaskan pada tabel berikut.

Tabel 3.1 Perkembangan Realisasi Investasi PMA

Berdasarkan Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) Menurut Sektor Tahun 2010-2011

NO

S E K T O R / S e c t o r

2010

2011

PROYEK

INVESTASI

PROYEK

INVESTASI

I

SEKTOR PRIMER / Primary Sector

420

3.042,3

643

4452,4

1

Tanaman Pangan & Perkebunan / Food Crops & Plantation

158

750,9

243

1030,9

2

Peternakan / Livestock

8

4,7

3

0,9

3

Kehutanan / Forestry

12

39,4

14

11,5

4

Perikanan / Fishery

19

18,0

22

8,3

5

Pertambangan / Mining

223

2.229,3

361

3400,7

II

SEKTOR SEKUNDER / Secondary Sector

1,096

3.357,1

1342

5181,8

6

Industri Makanan / Food Industry

194

1.025,9

223

782,8

7

Industri Tekstil / Textile Industry

112

154,8

143

373,3

8

Ind. Barang Dari Kulit & Alas Kaki / Leather Goods & Footwear Industry

31

144,1

46

175,9

9

Industri Kayu / Wood Industry

31

43,1

24

44,5

10

Ind. Kertas dan Percetakan/Paper and Printing Industry

33

46,4

41

199,2

11

Ind. Kimia dan Farmasi / Chemical and Pharmaceutical Industry

159

798,4

197

1243,7

12

Ind. Karet dan Plastik / Rubber and Plastic Industry

97

105,0

124

350,9

13

Ind. Mineral Non Logam / Non Metallic Mineral Industry

8

28,4

38

62

14

Ind. Logam, Mesin & Elektronik / Metal, Machinery & Electronic Industry

274

589,6

318

1427,2

15

Ind. Instru. Kedokteran, Presisi & Optik & Jam/Medical Preci. & Optical Instru, Watches & Clock Industry

3

1,4

7

0,9

16

Ind. Kendaraan Bermotor & Alat Transportasi Lain/Motor Vehicles & Other Transport Equip. Industry

98

393,8

115

467,5

17

Industri Lainnya / Other Industry

56

26,2

66

53,8

III

SEKTOR TERSIER / Tertiary Sector

1,565

9.815,3

1609

4710,5

18

Listrik, Gas dan Air / Electricity, Gas & Water Supply

42

1.428,4

56

1161,6

19

Konstruksi / Construction

70

619,9

59

102,1

20

Perdagangan & Reparasi / Trade & Repair

772

784,7

713

654,5

21

Hotel & Restoran / Hotel & Restaurant

144

312,1

177

136,6

22

Transportasi, Gudang & Komunikasi/Transport, Storage & Communication

123

5.046,2

105

2150,4

23

Perumahan, Kawasan Ind & Perkantoran/Real Estate, Ind. Estate & Business Activities

67

1.050,2

95

219,3

24

Jasa Lainnya / Other Services

347

573,8

404

285,9

  JUMLAH / Total

3,081

16.214,8

3594

14344,6

Investasi dalam US$. Juta Sumber : Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Tahun 2012

Dari tabel 3.1 diatas bisa digambarkan bahwa investasi dalam bentuk penanaman modal asing (PMA) terjadi penurunan dari Tahun 2010 yaitu sebesar 16.214,8 dan Tahun 2011 yaitu sebesar 14.344,6

Berdasarkan permasalahan kinerja investasi yang digambarkan diatas, untuk meningkatkan nilai tukar (exchange rate) yaitu perlu adanya revitalisasi dalam bidang investasi. Adapun langkah-langkah kebijakan revitalisasi investasi yaitu (1) implementasi dan sosialisasi secara maksimal Undang-undang Penanaman Modal yang telah disahkan kepada stakeholder dan masyarakat; (2) melakukan penyederhanaan prosedur perizinan investasi Penanaman Modal Asing (PMA) dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) melalui penyempurnaan pelayanan investasi yang lebih komprehensif di BKPM sebagaimana telah diatur dalam Keppres No. 29 tahun 2004 tentang penyelenggaraan penanaman modal dalam rangka PMA dan PMDN melalui sistem pelayanan satu atap; (3) meningkatkan konsistensi peraturan perundangan yang terkait dengan penanaman modal melalui sinkronisasi peraturan baik antarsektor ekonomi maupun antar pemerintah pusat dan daerah; (4) menyusun sistem insentif bagi kegiatan investasi agar Indonesia mampu bersaing dengan negara lain untuk menarik investasi pada sektor/bidang usaha dan lokasi tertentu, termasuk insentif bagi pembangunan infrastruktur; (5) meningkatkan citra Indonesia sebagai lokasi investasi yang aman dan menguntungkan melalui pelaksanaan Event Tahun Investasi Indonesia dengan peningkatan kualitas kegiatan promosi dan kerja sama investasi yang lebih terarah dan terfokus; dan (6) membantu investor dalam memecahkan permasalahan yang dihadapi antara lain melalui pendayagunaan Tim Peningkatan Ekspor dan Peningkatan Investasi.

 

3.2   Revitaliasi Kinerja Ekpor.

Menurut Purnomo Yusgiantoro (2004:117) kenaikan ekspor akan meningkatkan suplai dolar Amerika (mata uang Negara 2) ke Indonesia (Negara 1), dengan anggapan tidak ada hambat, yang terjadi adalah apresiasi rupiah atau depresiasi dolar Amerika. Kenaikan impor akan meningkatkan kebutuhan dolar Amaerika (mata uang Negara 2) ke Indonesia (Negara 1), dengan anggapan tidak ada hambatan, yang terjadi adalah depresiasi rupiah atau apresiasi dolar Amerika. Kondisi perekonomian di Indonesia masih cenderung stabil, akan tetapi kinerja ekspor harus terus didorong agar terjadi apresiasi nilai rupiah. Akan tetapi data outlook ekonomi Indonesia Tahun 2008-2012 yang dirilis oleh Bank Indonesia pada tahun 2008 menggambarkan bahwa posisi impor lebih tinggi dari pada ekspor. Secara rinci dijelaskan pada tabel berikut

Tabel 3.1 Proyeksi

       Sumber : Outlook Ekonomi Indonesia 2008-2012

Selain kondisi impor yang lebih tinggi dari pada kinerja ekspor yang terjadi pada perekonomian di Indonesia, terdapat  berbagai permasalahan utama di dalam peningkatan kinerja ekspor berkenaan dengan hal-hal sebagai berikut.

1)                  Daya saing produk ekspor yang masih relatif rendah di pasar internasional, mengakibatkan sulitnya merebut pangsa pasar yang lebih besar. Daya saing yang rendah tersebut disebabkan oleh ketergantungan produk ekspor terhadap komponen impor yang relatif tinggi, kelangsungan pasokan produk ekspor yang belum terjamin serta kualitas, dan disain yang kurang inovatif. Persaingan ekspor Indonesia Indonesia dengan Malaysia, Singapura, Thailand dan Vietnam digambarkan pada tabel berikut

Tabel 3.2

Indeks Identitas Ekspor dari Negara-negara ASEAN di Pasar ASEAN

Sumber: Publikasi Buletin Ekonomi Moneter dan Perbankan. Kementrian Perencanaan dan Pembangunan Nasional (BAPPENAS) 2010

2)        Komposisi komoditi ekspor Indonesia masih bertumpu pada keunggulan komparatif yang berkaitan dengan ekspor bahan mentah dari sumber daya alam, dan murahnya tenaga kerja. Di samping itu, beberapa komoditi andalan ekspor Indonesia pada umumnya merupakan komoditi primer yang diekspor dalam bentuk bahan mentah atau setengah jadi sehingga nilai tambah yang diperoleh relatif kecil;

3)        Permasalahan akibat hambatan nontarif di negara tujuan ekspor sangat berkaitan  dengan pengenaan safeguard dan antidumping measures atas beberapa produk ekspor Indonesia, masalah lingkungan, dan masalah ketenagakerjaan;

4)        Penetrasi pasar internasional cukup sulit, karena belum sepenuhnya memenuhi standar negara tujuan ekspor;

5)        Pesaing-pesaing baru dari kawasan Asia yang memiliki jenis-jenis produk ekspor yang hampir sama dengan ekspor Indonesia muncul; dan

6)        Masih terdapat ganjalan pada peningkatan hubungan perdagangan bilateral antara Indonesia dengan Singapura dalam kaitannya dengan data statistik perdagangan, dengan Malaysia dalam kaitannya dengan tuduhan dumping terhadap produk ekspor Indonesia, dengan Cina dalam kaitannya dengan tingkat tarif kuota (tariff rate quota) dan lisensi impor, serta perpajakan.

Tabel 3.3  Daftar FTA yang melibatkan Indonesia

Sumber: Publikasi Buletin Ekonomi Moneter dan Perbankan. Kementrian Perencanaan dan Pembangunan Nasional (BAPPENAS) 2010

Saat ini hampir seluruh komoditas dan produk ekspor Indonesia mengalami kenaikan atau stabil di pangsa pasar. Ini menunjukkan bahwa produk Indonesia cukup kompetitif di pasar ASEAN. Namun ada beberapa produk yang mengalami lonjakan turun di pasar, yakni bahan kimia, tekstil, bahan kulit, mesin dan alat-alat elektronik. Secara jelas pangsa pasar produk Indonesia di pasar Asean dijelaskan pada tabel berikut :

Tabel 3.2

Sumber: Publikasi Buletin Ekonomi Moneter dan Perbankan. Kementrian Perencanaan dan Pembangunan Nasional (BAPPENAS) 2010

Selanjutnya langkah yang akan ditempuh dalam rangka revitalisasi ekspor nonmigas adalah (1) penerusan upaya harmonisasi tarif untuk seluruh produk di dalam pos tarif nasional; (2) peningkatan efisiensi dan akuntabilitas prosedur ekspor-impor, yang mengarah ke paperless and on-line mechanism; (3) perluasan upaya perkuatan laboratorium pengujian produk ekspor dan impor; (4) pengembangan kebijakan fasilitasi perdagangan yang lebih efektif dan meningkatkan bantuan teknis dan finansial terutama untuk eksportir UKM; (5) peningkatan kerja sama perdagangan internasional, termasuk dalam rangka memperluas akses pasar ke negara-negara tujuan ekspor potensial, termasuk pengembangan kebijakan perdagangan luar negeri yang menunjang bisnis dan persaingan; (6) peningkatan jaringan informasi ekspor dan impor agar mampu merespon kebutuhan dunia usaha terutama eksportir kecil dan menengah;  (7) mengoptimalkan komite anti damping Indonesia untuk melindungi pasar dalam negeri, memaksimalkan fungsi Komite Pengamanan Perdagangan Indonesia (KPPI) dengan menerapkan safeguard atas lonjakan impor serta menggalakan peningkatan penggunaan produksi dalam negeri; (8) peningkatan iklim persaingan usaha yang sehat, melalui peningkatan kinerja kelembagaan persaingan usaha dan penataan kerangka peraturan persaingan usaha; (9) peningkatan efisiensi perdagangan dalam negeri melalui pengembangan sistem distribusi nasional untuk mendukung kinerja ekspor nasional, termasuk upaya peningkatan perlindungan konsumen melalui peningkatan kapasitas kelembagaan Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN) dan kelembagaan kemetrologian; (10) perluasan penerapan SNI dengan menyempurnakan sistem standardisasi nasional (SSN) serta memperluas kesadaran masyarakat akan pentingnya standardisasi dan peningkatan partisipasi mereka secara aktif di dalam pengembangan SNI; dan (11) memperluas kerja sama kelembagaan standardisasi baik bilateral, regional maupun internasional

DAFTAR PUSTAKA

  1. Merriam-Webster’s (2003). Collegiate Dictionary. 11th ed. 2003. Merriam-Webster,Inc. hal 441. United States of America
  2. Deresky, Helen (2006). International Management. 4th ed.. Addison – Wesley. Hal 237. United States of America
  3. Daniels,et all (2009). International Business. 12Th Ed. New Jersey. Pearson Education International. hal 548 – 551. Inggris
  4. Wild, J John; Kenneth, J Wild; dan Jerry, C Y Han (2008). International Business Management. 4th ed. Pearson Prentice Hall. Hal. 353-356. United States of America
  5. Peng, W Mike (2009). Global Business. Canada. South-Western Cengage. Hal 239. Inggris
  6. Situs Media Indonesia: Profil Komoditas Ekspor Indonesia Telah Berubah. Diakses pada tanggal 19 April 2010
  7. Donal Ball et al (2007). Internastional Business. Bisnis Internasional. Salemba Empat Jakarta
  8. Sumarwan (2011). Menjelajah Dahsyatnya Pasar Ekspor. Panduan Praktis dan Taktis Menembus Pasar Ekspor. Jogja Bangkit Publisher. Jogjakarta
  9. Jeff Madura (1997). International Financial Management. 5th edition. International Thomson Publishing. Cincinnati, Ohio
  10. Purnomo Yusgiantoro (2004). Manajemen Keuangan internasional. Teori dan Praktik. Lembaga Penerbitan Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia. Jakarta
  11. Hamdy hady (2009). Ekonomi Internasional, Teori dan Kebijakan Keuangan Internasional. Buku Kedua. Ghalia Indonesia. Bogor
  12. Maurice D Levi (2004). Keuangan Internasional Buku I. Mcgraw-Hill Book Co. Dan Penerbit ANDI. Yogyakarta
  13. Sukirno, Sadono, Teori Pengantar Makroekonomi. Jakarta : PT. Rajagrafindo Persada.
  14. N. Gregory Mankiw (2006). Makroekonomi. Edisi keenam. Erlangga Jakarta
  15. Sugiyanto (2007) Factors Affecting The Indonesian Rupiah Exchange Rate Behavior with Respect to the American Dollars in Indonesia in The Periods of 1986 – 1997: Synthesis of Monetary and Portfolio Approaches. Post Graduate Airlangga University. (Tesis)
  16. Deddy Rustiono (2008) Analisis Pengaruh Investasi, Tenaga Kerja, dan Pengeluaran Pemerintah Terhadap Pertumbuhan Ekonomi di Provinsi Jawa Tengah. Magister Ilmu Ekonomi & Studi Pembangunan UNDIP. Jawa Tengah
  17. Amalia Adininggar Widyasanti (2010) Perdagangan Bebas Regional dan Daya Saing Ekspor. Buletin Ekonomi Moneter dan Perbankan. Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional
  18. http://jurnal-sdm.blogspot.com/2009/06/nilai tukar mata uang faktor faktor html (2012
  19. http://ilerning.com/index.php?option=com_content&view=article&id=545:faktor-faktor-yang-mempengaruhi-nilai-kurs&catid=41:pasar-uang-internasional&Itemid=72(2012)
  20. http://ramdina.wordpress.com/2010/12/29/perdagangan-internasional/(2012)
 
Leave a comment

Posted by on March 20, 2012 in Uncategorized

 

Marketing Strategy Toyota Corolla & Camry

Holistic Marketing, Marketing Profiles, Market segment, Positioning and Target Market Toyota Corolla & Toyota Camry

1. Holistic marketing  adopted by Toyota

 

Konsep holistic marketing, salah satunya ialah, merupakan ide dimana pemasaran merupakan segalanya, dikatakan bahwa perusaan yang sukses harus memiliki pendekatan secara menyeluruh pada pemasaran dimana semua bagian dari organisasi memfokuskan untuk bagaimana meningkatkan nilai tambah bagi pelanggan dan bagaimana mengkomunikasikan nilai tersebut kepada pelanggannya. Banyak pengertian mengenai pemasaran secara keseluruhan (holistic marketing). holistic marketing menurut Rama Mahana Rao (2011:33) konsep dimana para pemasar berusaha untuk meningkatkan kesadaran akan suatu kebutuhan agar didapat pendekatan yang lebih lengkap dan menyatu (kohesif) melebihi aplikasi konsep pemasaran secara tradisional. Konsep ini didasari pada pengembangan, desain, dan pengimplementasian dari program-program pemasaran, proses-proses, dan aktivitas-aktivitas yang disadari saling ketergantungan. Dan dari konsep ini terdapat 4 komponen penting yaitu Integrated marketing, Internal marketing, Relationship marketing dan Social responsibility marketing.

Toyota Camry dan Toyota Corolla merupakan dua dari Toyota sedan yang dikembangkan oleh Toyota Motor Corporation sebagai perusahaan multinasional penghasil mobil terbesar di dunia paling populer. Berbagai variasi model yang sangat populer, Toyota menghabiskan banyak waktu dengan cara untuk membuat Camry atau Corolla lebih handal dan canggih.

Adapun pemasaran secara keseluruhan (holistic marketing) yang terdiri dari Integrated marketing, Relationship marketing, Internal marketing, dan Social responsibility marketing pada Toyota Corolla dan Camry dijelaskan sebagai berikut.

Integrated marketing

Integrated marketing, merupakan sebuah penggabungan aktivitas-aktivitas dan program-program dari marketing atau pemasaran yang dimaksudkan untuk membuat, mengkomunikasikan, dan menyampaikan nilai kepada pelanggan. Integrated marketing dalam hal ini salahsatunya yaitu Marketing Mix yang terdiri dari produk, harga, tempat dan promosi

No

Kategori

Corolla

Camry

1

Produk
  • Corolla CE Sedan, manual
  • Corolla CE Sedan, automatic
  • Corolla S Sedan, manual
  • Corolla S Sedan, automatic
  • Corolla LE Sedan, manual
  • Corolla LE Sedan, automatic
  • Camry LE Manual
  • Camry LE Automatic
  • Camry LE V6 Automatic
  • Camry XLE Automatic
  • Camry XLE V6 Automatic
  • Camry SE Manual
  • Camry SE Automatic
  • Camry SE V6 Automatic

2

Harga
  • $13,855
  • $14,655
  • $15,000
  • $15,800
  • $15,165
  • $15,965
  • $19,455
  • $20,285
  • $22,745
  • $22,780
  • $25,890
  • $20,795
  • $21,625
  • $24,185

3

Tempat Jepang, Amerika Serikat (Fremont, California), Inggris (Derbyshire), Kanada (Cambridge, Ontario), Malaysia, China (Tianjin), Taiwan, Afrika Selatan, Brazil, Turki, Filipina, Thailand, Venezuela, Pakistan, India dan Indonesia. Amerika dan Australia, Jepang, serta berbagai negara, Asia, Timur Tengah, Amerika Latin.

4

Promosi Promosi yang digunakan model ini yaitu dengan menggunakan promosi penjualan, iklan, tenaga penjualan, public relations, pemasaran langsung Promosi yang digunakan model ini yaitu dengan menggunakan promosi penjualan, iklan, tenaga penjualan, public relations, pemasaran langsung

Relationship marketing

Relationship marketing, merupakan kegiatan pemasaran dimana membina hubungan dengan bagian-bagian, organisasi-organisasi, atau lainnya, baik yang terhubung secara langsung atau pun tidak langsung yang member kontribusi untuk pencapain tujuan baik dalam organisasi, khususnya pada bagian pemasaran

No

Kategori

Corolla

Camry

1

Customer Toyota Motor Corporation berusaha menjada komitmen terhadap pelanggan dengan terus melakukan berbagai inovasi dari produk yang dikembangakan agar sesuai dengan kebutuhan para pelanggan, selain itu untuk menjada loyalitas dari pelanggan membuka berbagai pabrik dan jasa perbaikan diberbagai wilayah negara di dunia.

2

Channel Para desainer, pengembang, pemasok dan anggota tim di seluruh negara bekerja keras, datang bersama untuk mengembangkan kendaraan dan mengunjungi pabrik, bertemu para pegawai dan melihat apa yang telah dilakukan diberbagai di negera

3

Partners Toyota komitmen dalam menjaga kemitraan dengan berbagai lembaga di berbagai Negara tempat produksi dan penjualan. Kemitraan melalui filantropi (proyek konservasi dan relawan lingkungan), industri, pemerintah (bekerjasama melalui pengurangan gas rumah kaca baru, dan emisi rendah)dan bisnis, termasuk dealer dan pemasok (
memberikan bimbingan dan dukungan untuk program lingkungan.

Internal marketing

Internal marketing, merupakan kegiatan-kegiatan pemasaran yang dilakukan dalam perusahaan atau organisasi yang hubugannya dengan departemen lain, dan top management. Seperti hubungannya dengan pengadaan karyawan, pelatihan, dan memotivasi karyawan.

No

Kategori

Corolla

Camry

1

Departemen Pemasaran Toyota  Corolla dan Camry merupakan mobil yang dikembangkan oleh Toyota Motor Corporation sehingga pengelolaan pemasaran ditangani oleh departemen tersendiri yang khusus mengelola pemasaran yang tersebar dibebepa Negara di dunia

2

Top manajemen dalam pengembangan karyawan Dalam pembembangan karyawan diseauikan dengan kondisi Negara Negara tempat produksi dan distribusi pengembangan karir diantaranya yaitu mengembangkan berbabgai asosiasi bagi karyawan : African American Collaborative, Toyota Christian Fellowship, Toyota Organization for the Development of Latinos, Toyota Asian American Society in Alliance,Toyota Veterans Association, Women’s Leadership Forum, Women’s Leadership Exchange Network, Diversity in Motion, Toyota Team Volunteer, Young Professionals, Diversity in Motion, Toyota African Americans for Success

Social responsibility marketing

Social responsibility marketing, merupakan pemasaran dimana berhubungan dengan masyarakat, baik itu komunitas maupun masyarakat secara luas, etika dalam menjalankan kegiatan marketing, legal atau illegal dilihat dari sisi hukum.

No

Kategori

Corolla

Camry

1

Masyarakat Toyota berusaha membantu komunitas dimana tempat produksi dan penjualan dengan  mendukung organisasi lokal pada bidang lingkungan, pendidikan dan kemanana. Selain itu juga peduli terhadap beragam komunitas yang membutuhkan seperti makanan, perumahan dan seni

2

Hukum dan Etika Bekerjasama dengan pemerintah dalam mendukung berbagai regulasi yang dikembangkan pemerintah dalam pengurangan gas rumah kaca baru, dan emisi rendah dan berbagai dampak polusi

3

Lingkungan hidup Toyota komitmen terhadap lingkungan melalui berbagai produk yang dikembangkan. Selain itu juga mendukung organisasi nirlaba yang mempromosikan pengelolaan lingkungan, pendidikan dan penelitian.Program Lingkungan kami juga mencerminkan komitmen kami untuk mewakili dan melibatkan beragam populasi dan komunitas.

2. Marketing profiles and the market segment which served by each product.

Marketing profiles

Corolla

Corolla diambil dari bahasa Latin yang berarti mahkota kecil (small crown). Dari penyitraan namanya Corolla pun sukses menjadi rajanya sedan menengah di seluruh dunia. Model Corolla berhasil karena murah untuk membeli, murah untuk beroperasi, dapat diandalkan dan mudah untuk memperbaiki.The Toyota Corolla  diproduksi oleh Jepang, yang telah menjadi sangat populer di seluruh dunia sejak papan nama pertama kali diperkenalkan pada tahun 1966. Pada tahun 1997, Corolla menjadi papan nama terlaris di dunia, dengan lebih dari 40 juta dijual pada 2007, melebihi Volkswagen Beetle Selama 40 tahun terakhir, satu mobil Corolla telah dijual rata-rata setiap 40 detik.

Corolla diproduksi di Jepang dan Brasil (IndaiatubaSãoPaulo), Kanada (Cambridge, Ontario), Cina (Tianjin), India (Bangalore), IndonesiaMalaysiaPakistanFilipina, Afrika Selatan (Durban), TaiwanThailandTurki dan Venezuela. Produksi sebelumnya telah dibuat di Australia (Victoria) dan Inggris (Derbyshire). Produksi di Amerika Serikat (FremontCalifornia) yang berakhir pada Maret 2010.

Corolla bermesin 4-silinder bensin dan di Jepang serta Eropa juga dipasarkan dengan mesin diesel. Bentuk body Corolla yang paling umum adalah Sedan 4-pintu. Model body lain yang tersedia adalah Station wagon, dan Hatchback 3 dan 5 pintu. Model sport berbentuk Coupe 2-pintu pernah diproduksi dari tahun 1970-an sampai 1999 dengan nama Corolla Levin dan Sprinter Trueno. Pada tahun 1980-an, Levin dan Trueno juga tersedia dalam bentuk Liftback 3-pintu.

Resep jitu Corolla adalah selalu value-for-money, tak semahal sedan kelas atas, murah dioperasikan, “bandel” dan gampang diperbaiki selain itu berbagai penyempurnaan telah terjadi pada Corolla. Sedan andalan Toyota ini tak kurang telah melewati 10 generasi. Corolla dikenal sebagai sedan yang tangguh, irit, nyaman dan memiliki harga yang sangat terjangkau.

Camry

Camry sering disebut mahkotakanmuri. Aroma khas Camry, yang meliputi tutup tangki bensin, lampu rumah belakang, serta pegangan pintunya.Toyota Camry adalah mobil sedan kelas menengah atas yang pasar utamanya adalah Amerika dan Australia. Camry terlihat menyegarkan untuk yakin dan target pasarnya adalah orang muda. Desain dan sentuhan bergaya terlihat menarik dan mudah-mudahan akan meyakinkan. Camry meraih Mobil Terlaris di AS dari tahun 1997 sampai 2000, dan 2002 sampai sekarang. Camry juga dijual di Jepang, serta berbagai negara Asia, Timur Tengah, dan Amerika Latin. Di Eropa, Camry tidak begitu laku, dan sekarang tidak dipasarkan lagi.

Pada mulanya Camry berawal dari Celica Camry yang merupakan versi mahal dari Toyota Carina. Mobil ini hanya dijual di Jepang dari tahun 1980 sampai 1982.

Toyota New Camry yang diperkenalkan pada 2011 silam, nyatanya mampu menarik minat pecinta sedan di Amerika Serikat. Pada bulan Januari 2012, penjualan gabungan Toyota, Lexus dan Scion saja sudah mencapai 124.540 unit. Hal ini tentu sangat membantu pemulihan kondisi Toyota di Jepang.

Di Amerika Serikat, Toyota New Camry yang bermain di kelas menengah mengalami peningkatan permintaan hingga 56%. Akan tetapi, fakta yang tak terduga sekaligus menggembirakan adalah bahwa permintaan pun berdatangan dari kalangan muda yang menggemari New Camry model Sporty SE.

Penjualan model SE yang terus bertambah menjadi salah satu faktor utama dalam meningkatkan penjualan di bulan Januari 2012. Camry telah menjadi roda penggerak penting dalam roda industri mobil yang dikirimkan kapada  34 negara. Toyota CAmry hybrid ini bakal lebih bertenaga mesinnya, karena kapasitasnya lebih besar, yakni 2.5 liter 4 silinder dengan teknologi Dual VVTi.

Segmentasi pasar

Segmentasi pasar merupakan sebuah usaha mengidentifikasi atau  membagi-bagi pasar yang bersifat heterogen dari suatu produk ke dalam satuan-satuan pasar (segmen pasar) yang bersifat homogen. Seperti yang diungkapkan oleh Kotler (2007:292) bahwa segmen pasar terdiri dari kelompok pelanggan yang memiliki seperangkat keinginan yang sama.

Segmentasi pasar yang harus dikembang oleh perusahaan terdiri dari segmentasi geografis, demografis, psikografis dan perilaku. Secara jelas implementasi segmentasi pasar pada Toyota Corolla dan Toyota Camry dijelaskan sebagai berikut :

2.1 Segmentasi Geografis

Corolla

Camry

Corolla diproduksi di Jepang, Amerika Serikat (Fremont, California), Inggris (Derbyshire), Kanada (Cambridge, Ontario), Malaysia, China (Tianjin), Taiwan, Afrika Selatan, Brazil, Turki, Filipina, Thailand, Venezuela, Pakistan, India dan Indonesia. Pasar utama yaitu Amerika dan Australia, Jepang, serta berbagai negara, Asia, Timur Tengah, Amerika Latin. Di Eropa, Camry tidak begitu laku, dan sekarang tidak dipasarkan lagi.

2.2 Segmentasi Demografi

No

Kategori

Corolla

Camry

1

Usia 20-29 tahun 29 tahun keatas

2

Ukuran Keluarga Keluarga kecil Keluarga kecil

3

Siklus hidup keluarga Professional muda Profesional yang sudah menikah dan sudah berkeluarga

4

Jenis Kelamin Pria dan Wanita Pria dan Wanita

5

Penghasilan $ 30.000 dan $ 40.000. > $ 40.000 keatas

6

Pekerjaan Profesional dan Teknikal Manajer, pejabat ataupun pemilik perusahaan

7

Pendidikan Pernah kuliah dan lulus perguruan tinggi Pernah kuliah dan lulus perguruan tinggi

8

Agama Katolik, protestan, yahudi, islam, dna hindu dan lainya Katolik, protestan, yahudi, islam, dna hindu dan lainya

9

Ras Putih, hitam, Asia dan Hipsnik Putih, hitam, Asia dan Hipsnik

10

Generasi Memulai dikembangkan pada tahun 1966 dan terus menerus berinovasi sehingga menjadi mobil yang cantik, irit dan populer Mulai dikembangkan pada tahun 1990-an, agar  dapat bersaing dengan mobil Eropa dan Amerika

2.3  Segmentasi Psikografis

No

Kategori

Corolla

Camry

1

Kelas Sosial Kelas menengah Kelas menengah atas

2

Gaya hidup Model mobil sederhana dan berkelas Model mobil mewah dan berkelas

3

Kepribadian Produk yang dikembangkan bagi konsumen yang rasional dan berorientasi pada efektifitas Produk yang dikembangkan bagi konsumen yang mewah dan tidak berorientasi pada harga

2.4  Segmentasi Behavorial

No

Kategori

Corolla

Camry

1

Pengatahuan Sparepart mudah didapat dan relative murah  selain itu dilengkapi teknologi hibrida yang disebut Hybrid Synergy Drive Sparepart mudah didapat akan tetapi relative mahal dan  dilengkapi teknologi hibrida yang disebut Hybrid Synergy Drive

2

Sikap Tertarik karena mudah dioperasikan, “bandel” dan gampang diperbaiki. Tertarik karena berbagai fitur sistem kenyamanan dan kemanan yang dimiliki.

4

Manfaat Kualitas, pelayanan, ekonomis Kualitas, pelayanan, ekonomis dan kecepatan

5

Status pemakai Pemakai potensia, pemakai pertama kali Pemakai potensia, pemakai pertama kali dan pemakai teatur

6

Tingkat pamakaian Pemakaian sedang Pemakaian berat

7

Status kesetiaaan Sedang, kuat dan mutlak Sedang, kuat dan mutlak

8

Kesiapan pembeli Sadar, mengetahui, tertarik serta menginginkan Sadar, mengetahui, tertarik serta menginginkan

9

Sikap pertadap produk Antusias dan positif Antusias dan positif

3. Positioned to its target market corrola dan camry

Target Market

Setelah perusahaan mengidentifikasi peluang-peluang segmen pasarnya, kemudian perusahaan harus mengevaluasi beragam segmen dan memutuskan berapa banyak dan segmen pasar mana yang akan dibidik.

Dengan berbagai identifikasi segmen pasar yang telah dikembangkan, selanjutnya agar dapat berguna, segmen segmen tersebut dinilai berdasarkan lima kriteria yaitu :

No

Kategori

Corolla

Camry

1

Dapat diukur Segmen pasar yang dibidik adalah profesional muda antara usia 20-29 yang memiliki pekerjaan dengan gaji antara $ 30.000 dan $ 40.000. Segmen yang bidik adalah para pejabat atau eksekutif yang sudah mapan dengan gaji diatas $ 40.000.

2

Besar Target pasar memiliki pasar potensial yang cukup besar pada usia muda Target pasar memiliki pasar potensial yang cukup besar pada usia lanjut yang memiliki pengalaman dan investasi yang cukup besar

3

Dapat diakses Dengan pendapatan yang relative menengah yang mendorong agar lebih muran dan efektif memilih produk mobil sehingga target pasar mudah dilayani Dengan pendapat menengah keatas sehingga target yang dibidik jelas dan efektif untu dilayani

4

Dapat dibedakan Segmen yang dibidik lebih focus pada professional muda sehingga mudah dibedakan Sgemen yang dibidik lebih berorientasi pada kalangan pejabat

5

Dapat dilaksanakan Program program yang dikembangkan menyesuaikan dengan gaya hidup yang tidak begitu mewah karena lebih berortasi pada efektifitas penggunaan Program program yang dikembangkan menyesuaikan dengan gaya hidup mewah  yang lebih berortasi pada trend an gaya hidup mewah

Setelah mengevaluasi segmen-segmen yang berbeda, perusahaan dapat mempertimbangkan berbaga pola pemilihan pasar. Hal tersebut senada dengan pendapat Kotler (2007:320) yang menyatakan bahwa terdapat 5 pola pemilihan dasar dalam pemilihan pasar sasaran. Lebih jelas pemilihan pasar sasaran tersebut dijelaskan sebagai berikut.

No

Kategori

Corolla

Camry

1

Konsentrasi segmen tunggal Target pasar berkonsentrasi pada mobil sedan yang irit dan fashionable Target pasar focus pada mobil sedan mewah bergaya mobile balap sebagai cirri khas camry

2

Spesialisasi selektif Meluncurkan lebih lebih dari sepuluh generasi bagi para professional muda  value for money Meluncurkan lebih dari enam generasi untuk para eksektif dan pejabat pada kelas menengah keatas

3

Spesialisasi produk Memasarkan mobil hanya dengan target bagi para usia relative muda diberbagai negara Memasarkan mobil berkontrasi pada  pejabat dan eksekutif tingkat atas

4

Cakupan keseluruh pasar Untuk sekala makro Toyota Motor Corporation memasarkan berbagai produk mobilnya pada berbagai level pekerjaan dan berbagai kebutuhan Untuk sekala makro Toyota Motor Corporation memasarkan berbagai produk mobilnya pada berbagai level pekerjaan dan berbagai kebutuhan

POSITIONING

Setelah mengidentifikasi segmen pasar, maka sebuah perusahaan juga harus mengidentifikasi cara-cara spesifik yang dapat mendiferensiasikan produknya dan memilih “competitive positioning”. Positioning merupakan tindakan merancang penawaran dan citra perusahaan sehingga menempati suatu posisi kompetitif yang berarti dan berada dalam benak pelanggan sasarannya (Kotler, 1997). Positioning merupakan elemen yang sangat utama dalam suatu strategi pemasaran. Sebuah perusahaan dapat menentukan posisinya melalui persepsi pelanggan terhadap produknya dan produk pesaingnya sehingga akan dihasilkan peta persepsi. Dengan menggunakan informasi dari peta persepsi itu, dapat dikenali berbagai strategi penentuan posisi antara lain :

No

Positioning

Corolla

Camry

1

Atribut produk Beberapa fitur yang unik untuk hibrida Beberapa fitur yang unik untuk hibrida

2

Manfaat Produk diposisikan pada tingkat kenyamanan dan efektifivitas penggunaan Produk diposisikan pada tingkat kenyamanan dan kemanan yan begitu tinggi

3

Harga/kualitas Produk diposisikan pada kategori harga yang relative murah Produk diposisikan pada kategori harga yang relative mahal

4

Penggunaan dan penerapan Menggunakan listrikpower steering, rem, dan AC yang beroperasi penuh setelah  Mobil itu dapat berjalan dalam modus-listrik , bensin saja atau keduanya Menggunakan listrikpower steering, rem, dan AC yang beroperasi penuh setelah  Mobil itu dapat berjalan dalam modus-listrik , bensin saja atau keduanya

5

Pemakai

6

Pesaing Memposisikan diri sebagai lebih baik daripada pesaing pada kelas sejenis Memposisikan diri sebagai lebih baik daripada pesaing terutama pasar Eropa dan Amerika

7

Kategori produk Produk menggunakan berbagai fitur yang berteknologi tinggi Produk menggunakan berbagai fitur yang berteknologi tinggi

 DAFTAR PUSTAKA

Kolter, Philip dan Gary Armstrong (1997). Dasar-dasar Pemasaran. Edisi Bahasa  Indonesia Jilid 1. Jakarta: Prenhallindo

Kotler & Keller(2007). Manajemen Pemasaran. Edisi 12. Edisi Bahasa Indonesia PT. Indeks Jakarta

Kotler, Philips (1997). Manajemen Pemasaran (Terjemahan) Jilid I, PT.Prehallindo, Jakarta

Malhotra, Naresh K (2003). Marketing Research: An Applied Orientation with SPSS, Fourth  Edition,Prentice-Hall.

Rama Mahana Rao (2011). Service Marketing. Person Education in South Asia. Dorling Kindesley India

http://juniorbiz.com/efmp/week three determining your target market 2012

http://en.wikipedia.org/wiki/Toyota Corolla 2012

http://id.wikipedia.org/wiki/Toyota Corolla 2012

http://otomotif.vivanews.com/news/read/mobil ini mampu terjual setiap 40 detik 2012

http://otomotif.vivanews.com/news/read/toyota camry termahal rp 17miliar 2012

http://www.dailymail.co.uk/news/Toyota Corolla overtakes Fords F trucks best selling car time.html 2012

 
Leave a comment

Posted by on February 29, 2012 in Uncategorized

 

Sejarah dan Momen Berdirinya Fakultas Pendidikan Ekonomi & Bisnis

Mahasiswa UPI Demo Pengelolaan Jurusan

BANDUNG, KOMPAS–Sedikitnya 700 mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) berunjuk rasa mengkritisi pengelolaan Jurusan Pendidikan Ekonomi, Selasa (5/9), di kampus UPI. Guna meningkatkan pengelolaan dan pelayanan akademis, mahasiswa menuntut agar jurusan tersebut dijadikan fakultas tersendiri.

Sebelum memusatkan aksinya di depan kampus Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (FPIPS), ratusan pengunjuk rasa berjalan kaki mengelilingi kampus terlebih dahulu untuk menggalang simpati massa. Setibanya di depan kampus FPIPS pada sekitar pukul 11.10 WIB, mahasiswa langsung menggelar orasi. Sebagai simbol kekecewaan, massa juga sempat menghadiahkan pimpinan (dekan) FPIPS dengan puluhan kuntum mawar hitam dan poster-poster berisi kritikan.

Dalam orasinya, Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Ekonomi UPI, Ilham Fahmi, mendesak agar pihak dekan bersedia mengakomodasi tuntutan mahasiswa dan dosen mengenai pengembangan Jurusan Pendidikan Ekonomi menjadi fakultas tersendiri, yaitu Fakultas Pendidikan Ekonomi dan Bisnis. Tuntutan ini diajukan berdasarkan pertimbangan tidak maksimalnya pelayanan akademik, administrasi, maupun pascakelulusan bagi mahasiswa ekonomi selama berada di bawah naungan FPIPS.

”Pelayanan selamanya bakal sulit berkembang jika masih berada di bawah naungan fakultas lain. Semestinya, berangkat dari ketentuan UU Sisdiknas (UU No 20/2003), pengembangan ilmu ekonomi idealnya diwadahi dalam bentuk konsorsium fakultas tersendiri. Kami berjuang khususnya bagi teman-teman mahasiswa dari prodi (program studi) ekonomi nonkependidikan,” ujar Ilham.

Berdasarkan pengalaman selama ini, lulusan prodi ekonomi akutansi nonkependidikan hampir selalu terpinggirkan saat berusaha mencari kerja. Tidak sedikit alumni Prodi Ekonomi Akuntansi Nonkependidikan UPI yang ditolak mentah-mentah saat melamar ke PPA (Perusahaan Pengelola Aset). Alasannya, keberadaan prodi ekonomi (akuntansi) di bawah naungan fakultas kependidikan masih dipertanyakan.

Imam Nugroho (23), mahasiswa angkatan pertama Prodi Manajemen Jurusan Ekonomi Nonkependidikan FPIPS UPI menambahkan, kendala lain yang dialami selama ini adalah persoalan inefesinesi birokrasi dan minimnya fasilitas belajar. ”Izin penelitian misalnya, membutuhkan waktu dan tenaga dua kali lipat dibanding universitas lain. Begitu juga izin-izin kegiatan. Ini adalah akibat panjangnya birokrasi dari prodi, jurusan hingga fakultas. Belum lagi minimnya fasilitas. Tidak jarang, untuk kuliah kami terpaksa harus pinjam bangku ke kantin,” ungkapnya.

Tolak pendirian

Menanggapi tuntutan tersebut, Dekan FPIPS UPI, Suwarma Al Muchtar, menegaskan pihaknya tidak bisa mengakomodir tuntutan pendirian Fakultas Pendidikan Ekonomi dan Bisnis. Pasalnya, Senin (4/9) lalu, Senat Akademik UPI telah menghasilkan rekomendasi untuk menangguhkan (menolak) proposal pendirian fakultas tersebut.

Senat Akademik justru memiliki pandangan berbeda, yaitu merekomendasikan persiapan terbentuknya Fakultas Ekonomi dan Bisnis (nonkependidikan). Hasil rekomendasi ini juga telah disampaikan ke Rektor UPI untuk ditanggapi secara teknis. Meski demikian, Suwarma tidak mengetahui perkiraan jumlah waktu yang dibutuhkan untuk pendiriannya. (JON)

 
Leave a comment

Posted by on June 23, 2011 in Uncategorized

 

Hello world!

Welcome to WordPress.com. After you read this, you should delete and write your own post, with a new title above. Or hit Add New on the left (of the admin dashboard) to start a fresh post.

Here are some suggestions for your first post.

  1. You can find new ideas for what to blog about by reading the Daily Post.
  2. Add PressThis to your browser. It creates a new blog post for you about any interesting  page you read on the web.
  3. Make some changes to this page, and then hit preview on the right. You can alway preview any post or edit you before you share it to the world.
 
1 Comment

Posted by on June 23, 2011 in Uncategorized