RSS

Sejarah dan Momen Berdirinya Fakultas Pendidikan Ekonomi & Bisnis

23 Jun

Mahasiswa UPI Demo Pengelolaan Jurusan

BANDUNG, KOMPAS–Sedikitnya 700 mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) berunjuk rasa mengkritisi pengelolaan Jurusan Pendidikan Ekonomi, Selasa (5/9), di kampus UPI. Guna meningkatkan pengelolaan dan pelayanan akademis, mahasiswa menuntut agar jurusan tersebut dijadikan fakultas tersendiri.

Sebelum memusatkan aksinya di depan kampus Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (FPIPS), ratusan pengunjuk rasa berjalan kaki mengelilingi kampus terlebih dahulu untuk menggalang simpati massa. Setibanya di depan kampus FPIPS pada sekitar pukul 11.10 WIB, mahasiswa langsung menggelar orasi. Sebagai simbol kekecewaan, massa juga sempat menghadiahkan pimpinan (dekan) FPIPS dengan puluhan kuntum mawar hitam dan poster-poster berisi kritikan.

Dalam orasinya, Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Ekonomi UPI, Ilham Fahmi, mendesak agar pihak dekan bersedia mengakomodasi tuntutan mahasiswa dan dosen mengenai pengembangan Jurusan Pendidikan Ekonomi menjadi fakultas tersendiri, yaitu Fakultas Pendidikan Ekonomi dan Bisnis. Tuntutan ini diajukan berdasarkan pertimbangan tidak maksimalnya pelayanan akademik, administrasi, maupun pascakelulusan bagi mahasiswa ekonomi selama berada di bawah naungan FPIPS.

”Pelayanan selamanya bakal sulit berkembang jika masih berada di bawah naungan fakultas lain. Semestinya, berangkat dari ketentuan UU Sisdiknas (UU No 20/2003), pengembangan ilmu ekonomi idealnya diwadahi dalam bentuk konsorsium fakultas tersendiri. Kami berjuang khususnya bagi teman-teman mahasiswa dari prodi (program studi) ekonomi nonkependidikan,” ujar Ilham.

Berdasarkan pengalaman selama ini, lulusan prodi ekonomi akutansi nonkependidikan hampir selalu terpinggirkan saat berusaha mencari kerja. Tidak sedikit alumni Prodi Ekonomi Akuntansi Nonkependidikan UPI yang ditolak mentah-mentah saat melamar ke PPA (Perusahaan Pengelola Aset). Alasannya, keberadaan prodi ekonomi (akuntansi) di bawah naungan fakultas kependidikan masih dipertanyakan.

Imam Nugroho (23), mahasiswa angkatan pertama Prodi Manajemen Jurusan Ekonomi Nonkependidikan FPIPS UPI menambahkan, kendala lain yang dialami selama ini adalah persoalan inefesinesi birokrasi dan minimnya fasilitas belajar. ”Izin penelitian misalnya, membutuhkan waktu dan tenaga dua kali lipat dibanding universitas lain. Begitu juga izin-izin kegiatan. Ini adalah akibat panjangnya birokrasi dari prodi, jurusan hingga fakultas. Belum lagi minimnya fasilitas. Tidak jarang, untuk kuliah kami terpaksa harus pinjam bangku ke kantin,” ungkapnya.

Tolak pendirian

Menanggapi tuntutan tersebut, Dekan FPIPS UPI, Suwarma Al Muchtar, menegaskan pihaknya tidak bisa mengakomodir tuntutan pendirian Fakultas Pendidikan Ekonomi dan Bisnis. Pasalnya, Senin (4/9) lalu, Senat Akademik UPI telah menghasilkan rekomendasi untuk menangguhkan (menolak) proposal pendirian fakultas tersebut.

Senat Akademik justru memiliki pandangan berbeda, yaitu merekomendasikan persiapan terbentuknya Fakultas Ekonomi dan Bisnis (nonkependidikan). Hasil rekomendasi ini juga telah disampaikan ke Rektor UPI untuk ditanggapi secara teknis. Meski demikian, Suwarma tidak mengetahui perkiraan jumlah waktu yang dibutuhkan untuk pendiriannya. (JON)

 
Leave a comment

Posted by on June 23, 2011 in Uncategorized

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: